KAMPANYE ANTI ROKOK YANG KETERLALUAN

image012k1

Da Usri 75 tahun, perokok keretek

... Although I’m so Tired, I’ll have another cigarette and curse Sir Walter Raleigh* He was such a stupid git….. ( Lennon-Mc Cartney: Lagu I’m So Tired, 1968) Rabu kemarin (12 November 2008) saya lihat iklan sehalaman penuh di harian KOMPAS ( hal 14 , biaya iklan berdasarkan tarif normal Rp 62000/mm kolomx 530mm x 7 kolom = Rp 230.020.000,-, tapi karena sifatnya layanan masyarakat mungkin dapat diskon katakanlah 50%)mengenai kampanye anti rokok oleh “Masyarakat Peduli Bahaya Tembakau”. Luar biasa semangat mereka. Tetapi apakah kampanye anti rokok ini sudah benar jejaknya? Lihat saja klaimnya bahwa kematian akibat merokok 400.000 orang pertahun . Sementara belum pernah terdengar ada visum et repertum yang menyatakan kematian akibat rokok. (Klaimnya bukan kematian tidak langsung lho) Entah dimulai sejak kapan tetapi sejauh ini kampanya besar besaran ini hasilnya adalah , menurut saya, cuma kemunafikan nasional yang luar biasa. Coba lihat: Semua iklan rokok selalu di labeli betapa bahayanya merokok ( daftar bahayanya selalu betambah mengerikan dari waktu ke waktu). Buat orang dewasa seperti saya ini yang terlanjur biasa ( baca: tercuci otaknya) tak ada masalah melihat kontradiksi ini . Tetapi bagaimana dengan anak anak yang baru tebangun logikanya? Iklan yang begitu besar ( dan mahal ya) menganjurkan merokok ( walau tidak langsung) tetapi disaat yang sama ditunjukan bahayanya ( meski hanya berdasar angka statistik dan rekomendasi ahli anonim). Demikian juga event event olah raga ( kelas dunia). Kebanyakan di sponsori oleh pembuat dan penjual rokok. Sementara anak kecilpun tahu bahwa prestasi olah raga apapun membutuhkan kesehatan paru paru prima yang mestinya tak terganggu oleh asap rokok. Ini juga memunculkan paradoks logika lagi Mudah mudahan tidak tercuci juga otak mereka. Mudah mudahan juga selanjutnya kampanye ini tidak mengandalkan skala saja. Salam. Saptono (bukan perokok) *Sir Walter Raleigh adalah bajak laut yang memperkenalkan tembakau dari benua Amerika ke Inggris.

Scan10116cr3

Lukisan petani tembakau yang digunakan untuk iklan sebuah merk cerutu. Courtesy Havanitos Cigarillos

PS Kalau boleh usul kampanye anti rokok ini digabungkan juga dengan kampanye anti alkohol. Yang satu ini bahayanya lebih nyata. Diharamkan agama lagi. Jangan di anak tirikan dong. PS PS : Ditahun 2010 DitJen Bea& Cukai menargetkan RPp 154 Triliun dari pemasukan Cukai rokok saja.

2 Responses to KAMPANYE ANTI ROKOK YANG KETERLALUAN

  1. aliyadi says:

    merokok bagi bangsa indonesoa adalah kebutuhan pokok, terlalu banyak masyarakat miskin terbuai oleh rokok, yang lebih konyol, rela anaknya makan tanpa lauk asalkan sang bapak bisa merokok, bahkan lebih celaka lagi, kalau bayar sekolah nawar, tapi kalau beli rokok tidak pernah nawar, aneh memang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: