GARIS BUJUR YANG MELALUI MEKKAH

Scan10238rretext
Tahun ini kita semua merayakan datangnya 3 tahun baru dalam waktu kurang dari 2 bulan.
Masing masing punya sistim almanak sendiri sendiri. Tetapi tampaknya semua mengacu pada satu sistim jam yang sama yaitu GMT (Greenwhich Mean Time) yang kemudian dikonversikan menjadi UTC ( Universal Time Coordinated ). Sehari hari tidak ada masalah, tetapi khusus untuk kaum muslimin bisa menjadi unsur yang menimbulkan kesulitan dalam usaha menyeragamkan penentuan hari hari penting yang menggunakan sistim kalender hijrah.

Garis lintang 0˚ (latitude) dipermukaan bumi ditentukan secara alamiah, yaitu yang disebut khatulistiwa/equator= membelah (bumi) sama (besar), tetapi bagaimana dengan garis bujur? Bagaimana menentukan garis bujur 0˚(longitude) ? Semua titik dipermukaan bumi yang bulat ini tentu bisa dianggap sebagai titik 0˚ nya garis bujur.

Pada tahun 1884 secara sepihak (arbitrarily) pemerintah kerajaan Inggris menentukan garis bujur nol derajat bumi ini karena kebutuhan mendesak untuk mencari patokan yang seragam bagi posisi relatif berdasarkan koordinat garis lintang dan garis bujur di seluruh permukaan bumi terutama di atas lautan yang dibutuhkan untuk keperluan navigasi kapal-kapal kerajaan Britania yang melanglang buana.

Garis 0˚ tersebut ditentukan secara resmi, melalui satu titik yang ditandai di kota Greenwich sebuah kota kecil beberapa km hilir kota London ditepi sungai Thames, tempat observatori nasionalnya berdiri. Keputusan ini, yang herannya resmi tidak resmi, tanpa melalui satu konvensi apapun, diakui oleh seluruh bangsa didunia hingga kini, sekaligus juga menentukan garis permulaan hari (International Date Line=IDL)yaitu garis bujur yang berlawanan dari 0˚ dipermukaan bumi yaitu di posisi 180˚ tempatnya sedikit diTimur New Zealand.

Catatan: Pemerintah Perancis sebenarnya pernah juga menentukan garis 0˚ sendiri yaitu melalui kota Paris (tentunya), padahal 0˚ Paris ini berada hanya 2˚ ditimur 0˚ nya Greenwich. Tapi ini sempat membuat kebingungan perhitungan navigasi dari Kapten Haddock ketika mencari suatu pulau harta karun dalam komik Kisah Petualangan Tintin : “Harta karun Rackham Merah”(lihat gbr komik strip di atas). Untunglah si jenius Tintin segera menyadari bahwa perhitungannya berdasarkan 0˚ Paris bukan 0˚ Greenwich karena moyang kapten Haddock yang membuat koordinat dalam peta harta karun adalah warga Perancis.

Saya pikir kebingungan ini juga melanda cara berpikir kaum muslim juga yang berpegangan pada International Date Line/IDL Greenwich dalam alam pikiran ruang dan waktu- nya dalam kalkulasi menentukan tanggal 1 Ramadhan dan 1 Syawal. Sebab selama lebih dari sepuluh tahun yang saya perhatikan belakangan ini( kecuali tahun kemarin), 1 syawal dan juga lebaran hajji selalu jatuh pada hari (berdasarkan IDL Greenwich) yang sama dengan 1 syawal di Arabia.

Padahal IDL yang ditentukan tahun 1884 M jelas tidak ada hubungannya dengan sistim penanggalan hijrah, yang permulaannya ditentukan pada tanggal 15-16 Juli tahun 622 Masehi. Kebingungan ini jelas terlihat muncul ketika saya menyaksikan siaran langsung shalat Ied Fitri di Makkah yang berlangsung pada jam 11 WIB pada hari yang sama (berdasarkan IDL) . Ini berarti secara waktu nisbi kita melakukan shalat Ied lebih dahulu (jam 7 WIB) dari di Mekkah. Secara logika historis tentu ini suatu keanehan karena kalau ditarik kebelakang sampai ke ujung-ujungnya (shalat Ied pertama dulu diawal awal Islam) berarti Indonesia mendahului eksistensi lebaran. Mana mungkin? Seharusnyalah Indonesia merayakannya paling cepat esoknya.

Kejadian penting lainnya sehubungan dengan ini yang saya perhatikan adalah peristiwa serangan Jepang atas Pearl Harbor yang dicatat dalam sejarah Amerika adalah tanggal 7 Desember sementara dalam buku sejarah kita adalah tanggal 8 Desember 1941. Keduanya benar kalau kita menyadari posisi geografis kita terhadap IDL.

Saptono Istiawan 25 Okt 2006

Diposkan oleh saptono istiawan sk di 15:59
foto suatu tempat garis bujur 180 derajat.: http://www.panoramio.com/photo/12439750#comment
akhirnya dibuat juga:
http://arabnews.com/saudiarabia/article99369.ece
cerita lebih detail:
http://www.phys.uu.nl/~vgent/idl/idl.htm
cerita relevan yang paling aktual:
http://cetak.kompas.com/read/2011/05/11/05080783/geser.garis.tanggal.sebuah.hari.hilang

komentar:
atok wijanarko mengatakan…Ton, beberapa waktu yang lalu, saya survey dengan rang geologi, bahwa Lintang dan Bujur dalam peta yang selama ini kita kenal, sudah tidak dipakai lagi, ada notasi baru yang berlaku secara internasional, terutama pada alat / peta GPS , tapi saya lupa apa notasi tersebut.
Dulu saya pernah melihat di TV, penjelasan tentang awal puasa dan lebaran, penjelasan sederhana dan sangat mudah difahami, dengan berpedoman dengan melihat bulan, dimunghkinkan kita lebih awal merayakn lebaran dibandingkan dengan di nArab. Bahwa patokan bukan matahari , tapi bulan.Horas

tanggapan:

saptono istiawan sk mengatakan…Tok.
Gw kira GPS pada dasarnya juga pake sistim Lintang dan Bujur. Abis gimana lagi?Memang berdasarkan bulan. Masalahnya ketergantungan siapa yang liat bulan dan siapa yang tidak, kemudian di musyawarhkan, lalu diputuskan oleh menteri Agama. Masa kejadian alam ditentukan oleh manusia?

14 September 2009 16.18gambar komik  Tin Tin courtesy : editions Casterman

2 Responses to GARIS BUJUR YANG MELALUI MEKKAH

  1. […] RAMADHAN DALAM ALMANAK SEMESTA By saptono Saudaraku yang Muslimin dan Muslimah Saya punya pertanyaan mengenai waktu ibadah puasa kita , Pertanyaan 1:Mengapa yang di rukyat hanya tanggal 1 Ramadhan dan tgl 1 syawal saja. Bagaimana dengan sepuluh bulan lainnya? Pertanyaan 2: Apabila tgl 1 Ramadhan berdasar Rukyat harus di geser sehari dari seperti yang tercantum di Almanak apakah seharusnya tanggal tangal berikutnya di bulan bulan berikutnya di Almanak juga harus digeser. Kalau jawabannya ya ,berarti penanggalan Hijrah tidak Fix dan semestinya tidak bisa diandalkan ( kenyataan sangat bisa diandalkan). Kalau jawabannya tidak, berarti 1 Ramadhan Puasa dan 1 Ramadhan Almanak tidak selalu jatuh pada hari yang sama. Barangkali ada diantara saudaraku yang bisa menjelaskan. Salam , NB. saya berikrar Insya Allah tahun depan akan mengacu Mekkah untuk menentukan 1 Ramadhan dan 1 Syawal . kalau Mekkah hari ini, saya akan berpuasa besoknya. Jadinya muncul pertanyaan 3 saya tujukan ke diri sendiri: mengapa tak saya lakukan ini dari dulu ya? Mohon dicermati sekali lagi blog saya : Garis Waktu di Dunia yang-Bulat. […]

  2. […] GARIS BUJUR YANG MELALUI MEKKAH September 2009 1 comment 3 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: