BATARA SIWA DAN BATARA WISNU

Garuda kendaraan ( medium) dari Sang Wisnu ( message)

Sukarno pernah bilang ” kalau mau bikin omelet ( dadar) harus pecahkan telur dulu” . Memecahkan telur sebagai dasar untuk membuat omelet adalah simbolisme Siva. jadi Siva adalah perwujudan semangat pembangunan. Membangun apapun memerlukan pengorbanan dengan memecahkan ” telur” keharmonisan alam. Jadi tanpa merusak alam kita tak mungkin membangun sesuatu. Yang bisa dilakukan hanya meminimalisirnya. Tak heran Siva adalah dewa yang paling dipuja di tanah Jawa Hindu, karena raja raja Jawa dulu ( hingga sekarang?) gila pembangunan. Siva adalah perwujudan sikap transformasi  bukan perusak seperti yang sering di endap oleh masyarakat luas. Rakyat Jawa dulu juga terkagum kagum ketika letusan letusan gunung berapi yang memakan korban banyak nyawa dan harta benda meninggalkan tanah yang amat subur beberapa tahun kemudian.
Kalau Hindu Bali lebih memuja Wisnu ( preserver/ pemelihara) karena dalam sejarahnya kaum Hindu Bali merupakan pencari Suaka yang mendapat penyelamatan dari Wisnu. maka dibangunlah GWK. Greenpeace, Walhi dsb adalah perwakilan unsur unsur Wisnu di dalam struktur masyarakat.

Dari tiga candi besar di Prambanan di Jawa, yang paling besar dipersembahkan untuk Siva.
Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali jelas dihaturkan untuk Dewa Wisnu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: