GAUDEAMUS IGITUR= MARILAH KITA BERGEMBIRA

Wisuda Fakultas Hukum Universitas Indonesia 2007, di Depok

Lagu  Gaudeamus Igitur  yang terlanjur dianggap lagu hymne universal kalangan akademi ternyata adalah lagu pengantar mabuk yang biasa dilakukan oleh mahasiswa mahasiswa Eropa.

Menurut L.J Rahmat Satyawan dari Cipinang Muara RT 003 RW 09 Jakarta Timur dalam satu tulisannya di surat pembaca di Harian Kompas Februari 1975,  liriknya saja sudah cukup menjelaskan.

Coba simak:

Gaudeamus Igitur ( Ayolah kita bergembira)
Iuvenes dum sumus ( Selagi kita muda)
post iuncundam iuventutem ( sebab sehabis masa muda yang menyenangkan ini)
post molestam senectutem ( habis kepikunan yang membosankan nanti)
Nos habebit humus ( toh tanah juga yang akan memiliki kita).

Jadi apakah patut lagu ini masih selalu dinyanyikan dalam upacara dies natalies?

Jawabnya tentu ada pada sejarahnya dan sejarah pendidikan kita.

Bait selanjutnya ( yang sering dikumandangkan di acara acara wisuda) memang menyinggung soal akademi:

Vivat academia!  ( Hiduplah perguruan tinggi ! )

Vivant professores!  (hiduplah para guru besar!)

Vivat membrum quodlibet  ( hiduplah setiap mahasiswa)

Vivant membra quaelibet; ( hiduplah segenap civitas academia)

Semper sint in flore. (  semoga selamanya mereka berkembang)

Tetapi lirik lengkapnya adalah sebagai berikut terdiri dari 7 bait:

BAIT  SATU

Gaudeamus igitur

Iuvenes dum sumus.

Post iucundam iuventutem

Post molestam senectutem

Nos habebit humus.

BAIT DUA

Ubi sunt qui ante nos (Dimanakah mereka yang sebelum kita?)

In mundo fuere? (dulunya di dunia ?)

Vadite ad superos (pergi kesurga)

Transite in inferos (mampir di neraka)

Hos si vis videre. (seandainya kau ingin menemui mereka)

BAIT TIGA

Vita nostra brevis est (Hidup kita amatlah singkat)

Brevi finietur. (segera akan berakhir)

Venit mors velociter (kematian datang dengan cepat)

Rapit nos atrociter (menjambret kita dengan kejamnya)

Nemini parcetur. (tak seorangpun terkecuali)

 BAIT EMPAT

Vivat academia!

Vivant professores!

Vivat membrum quodlibet;

Vivant membra quaelibet;

Semper sint in flore.

BAIT LIMA

Vivant omnes virgines (hiduplah semua dara )

Faciles, formosae ( gampang dan jelita)

Vivant et mulieres (hidup jugalah wanita wanita matang)

Tenerae, amabiles, (lembut menawan)

Bonae, laboriosae.(bagus, pekerja keras)

BAIT ENAM

Vivat et res publica  (hidup jugalah negara kita)

et qui illam regit  (dan para pengaturnya)

Vivat nostra civitas, (hiduplah kota kita)

Maecenatum caritas  (dan derma dari dermawan)

Quae nos hic protegit.  (yang melindungi kita disini)

BAIT TUJUH

Pereat tristitia, (Biarkan kesedihan tumpas)

Pereant osores.  ( biarkan para pembenci punah)

Pereat diabolus, ( biarkan setan setan musnah)

Quivis antiburschius  (dan juga para musuh musuh persaudaraan)

Atque irrisores .( dan para pengolok-oloknya juga).

 Lagu ini mulai dikenal sejak awal abad 18 berdasarkan sebuah naskah Latin dari tahun 1287. Dulu memang dikenal sebagai lagu pengantar minum bir para mahasiswa universitas-universitas di Eropa tetapi sekarang menjadi lagu resmi pada berbagai kampus di dunia Barat.

Bagaimana di Indonesia?  Mungkin awalnya kampus kita masih sangat berorientasi Barat, maka dengan sendirinya diadaptasi juga sebagai lagu setengah resminya.

Namun tentu saja untuk kapatutan, hanya dinyanyikan bait satu dan bait empat

Dengarkan lagunya:

http://www.youtube.com/watch?v=aLUKfU2AOBY&feature=related

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: