PASIFIK INDONESIA,PINDAH IBUKOTA DAN SUNGAI MAMBERAMO

Daerah Aliran Sungai ( D.A.S.) Mamberamo dengan danau Rombebai ( courtesy Google earth)

Kalau mencari ibukota baru untuk RI pilihlah antara Manado, Halmahera, atau Biak, sebab Indonesia harus langsung menghadap samudra Pasifik. Itulah halaman depan Indonesia sebenarnya di masa depan. Jadikan Samudra Hindia halaman belakang saja.

Tetapi supaya jangan berpikir tanggung, bayangkan punggung utara pulau Papua ( d/h Irian) , tak lain adalah potensi yang disia siakan selama lebih dari enampuluh tahun.

Tulang punggungnya adalah keberadaan sungai Mamberamo dan dataran yang  sangat luas yang bisa dikembangkan. cobalah baca sebuah artikel  di koran Republika 15 Desember 1993:

UNTUK PEMBANGUNAN KAWASAN INDONESIA BAGIAN TIMUR : BPPT USUL KEMBANGKAN DAS MAMBERAMO IRJA

JAKARTA, REPUBLIKA

Untuk memacu pembangunan di Kawasan Timur Indonesia (KTI), berbagai pusat pengem­bangan wilayah diusulkan. Khususnya untuk Irian Jaya, BPPT mengusulkan konsep pengembangan wilayah terpadu DAS Mamberamo.

Dalam Loknas Ristek V Hari kedua di Jakarta, kemarin, Deputi Ketua BPPT Bidang Pengem­bangan Teknologi, Prof. Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo mengatakan, Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamberamo di Irja (sekarang Papua)mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai pemicu pertumbuhan di KTI, khususnya wilayah Irja. Selain dapat menjadi sumber PLTA yang besar, DAS Mamberamo juga berpeluang bagi pengembangan pertanian, kehutanan, pertambangan dan berbagai industri. Jika dikelola secara baik, DAS Mamberamo dapat menjadi satu kawasan industri terpadu yang berdampak ganda bagi percepatan pengembangan sekitarnya.

Dijelaskan, letak DAS Mambe­ramo cukup strategis karena dekat dengan Jayapura, ibukota Propinsi Irja (Papua), dan Biak, yang me­rupakan pintu gerbang Indonesia di kawasan Timur. Mamberamo juga berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik sehingga cocok untuk pengembangan pelabuhan samudra berkapasitas besar.

la mengatakan, di DAS Mam­beramo terdapat 35 lokasi potensial untuk PLTA dengan kapasitas 9.932 MW, atau sekitar 44.4% dari seluruh potensi PLTA di Irja yang mencapai 22.371 MW. Po­tensi terbesar terdapat di dua lokasi, Mamberamo-1  5.694,9 Mw dan Mamberamo-2  1.006,4 Mw.

Merupakan sungai terpanjang di Irja, DAS Mamberamo terbagi menjadi empat daerah, yaitu daerah pantai, daerah dataran rendah, daerah dengan tanah endapan pada lembah yang berawa-rawa dan daerah pegunungan.

Daerah hilir merupakan lahan basah. Karenanya berpotensi dikembangkan sebagai lahan pertanian, terutama padi dan sagu. Demikian pula, kawasan Mam­beramo tengah antara Sungai Rauffer dan van Daalen yang sebagian besar merupakan lahan basah. Ditambahkan, daerah rawa itu “subur” untuk peternakan buaya, selain juga ternak ruminansia (mamalia). Sedangkan untuk bidang perikanan, ikan salmon cocok dikembangkan di Sungai Mamberamo yang airnya bersuhu rendah.

Pengusahaan sektor kehutanan juga terbuka, mengingat sebagian besar wilayah Mamberamo adalah hutan tropis primer. Kawasan hutan memiliki luas total 7.931.463 ha, meliputi hutan pro­duksi tetap 1.064.620 ha, hutan produksi terbatas 1.442,460 ha, hutan produksi yang dapat dikonversi 2.350.590 ha, hutan lindung 571.990 ha, hutan PPA 2.390.460 ha serta lain-lain 111.323 ha.

Selain itu, Mamberamo juga mempunyai bahan tambang berharga seperti minyak, tembaga dan uranium. Sebagian DAS Mamberamo bagian hulu masuk ke daerah kontrak karya Freeport Inc. tahap kedua. (Jun/Republika).

Kembali ke soal pemindahan ibu kota. Point yang harus diperhatikan adalah menghadap Pasifiknya. Ingatlah Indonesia adalah bagian yang tegas dari lautan Teduh atau lebih tepat lagi Pacific basin. Termasuk Ring of Fire nya. Yang perlu dilakukan hanyalah meletakan ibukota RI di Kepala Burung dan mengembangkan rantai kota dari ibukota baru tersebut ke timur mulai dari Sorong, Makbon,Sausapor, Warnandi, Sankorem, Yonsoribo, Manokrawi, Ransiki,Umi, Warsor,Wosimi, Nabire, Napan, Wainami,Sarmi dan Jayapura dan beberapa kota baru dan pelabuhan pelabuhan yang harus dibangun diantaranya.

Untuk pemandangan sungai Mamberamo di 90 km garis lurus dari Pantai Pasifik dekat kampung Burmeso (ditempat ini lebar sungai masih 520 m) klik: http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/31032764.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: