ANTARA 1905 DAN 1908

kita bagaikan burung burung yang terbang kesana kemari dalam kegelapan mencari cari cahaya kebenaran sejarah

oleh: Rizki Ridyasmara
ilustrasi: tono

Jumat, 2 Mei 08 07:54 WIB
Kirim teman

Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya merupakan suatu kesalah informasian atas esensi perjuangan merebut kemerdekaan .

(coba lihat ini):

Boedi Oetomo (BO) didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri pemerintah kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda .

Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, papar KH. Firdaus AN.

Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. ” Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan.

Tidak ada satu pun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan chauvinisme sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja .

(ANASIR FREEMASONRY INDONESIA):

Bukan itu saja, di belakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895. ( barangkali aliran kebathinan sekarang ini adalah bentuk Freemason cabang pulau Jawa. Ini bisa menjelaskan banyak hal tentang kebathinan di negeri kita terutama di Jawa/ forwarder)

Sekretaris BO (1916), Boediardjo, juga seorang Mason yang mendirikan cabangnya sendiri yang dinamakan Mason Boediardjo. Hal ini dikemukakan dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” (Dr. Th. Stevens), sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia.

Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo Kecewa dengan BO

Karena BO tidak pernah membahas kebangsaan dan nasionalisme, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya ternyata anggota Freemasonry. Ini semua mengecewakan dua pendiri BO sendiri yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya akhirnya hengkang dari BO.

(APAKAH SYARIAT DAGANG ISLAM LEBIH BERHAK?):

Tiga tahun sebelum BO dibentuk, Haji Samanhudi dan kawan-kawan mendirikan Syarikat Islam (SI, awalnya Syarikat Dagang Islam, SDI) di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH. Firdaus AN.

Sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku.

(PERBANDINGAN ANTARA SI DAN BO):
Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut—SI dan BO—maka di bawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya:

Tujuan:

– SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya,

– BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar BO Pasal 2).

Sifat:

– SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia,

– BO besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,

Bahasa:

– SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia,

– BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda

Sikap Terhadap Belanda:

– SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda,

– BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda,

Sikap Terhadap Agama:

– SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya,

– BO bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkan oleh sejarawan Hamid Algadrie dan Dr. Radjiman)

Perjuangan Kemerdekaan:

– SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,

– BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,

Korban Perjuangan:

– Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat,

– Anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan dibuang ke Digul,

Kerakyatan:

– SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan,

– BO bersifat feodal dan keningratan,

(oleh: Rizki Ridyasmara , Berdasar buku “Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa” karya , KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924.)

( Untuk keringkasan , isi telah diedit oleh poster=saptono/mohon maaf untuk penulis asli)

catatan dari poster: Freemasonry ( belanda : Vrij Metselarij) adalah sebuah secret society yang banyak disorot di dunia barat hingga sekarang, karena sifat sifatnya yang anti Agama. Banyak tokoh tokohnya menjadi pencetus Revolusi Perancis ( yang selain membubarkan monarki juga menyingkirkan kekuasaan gereja) dan berdirinya Amerika Serikat yang konstitusinya jelas jelas menanggalkan agama dari negara. (Da Vinci Code dan Angels and Demons nya Dan Brown serta film The National Treasure, ceritanya sedikit banyak berdasar kiprah perkumpulan ini). Silahkan cari Info lebih jauh di wikipedia atau google. Barangkali dengan mempelajari Freemasonry ini kita bisa memahami dengan lebih mudah persoalan persoalan pelik yang ada di dunia dan di sekitar kita, karena menurut saya merekalah yang sebenarnya (mencoba) mengatur ngatur dunia ini melalui anggota anggotanya yang menjadi tokoh tokoh dunia selama 250 tahun belakangan ini.

baca juga : http://aniq.wordpress.com/2006/04/04/perjalanan-panjang-freemason-di-indonesia/

http://www.eramuslim.com/berita/tha/7129134230-kapolri-i-rs-soekanto-tjokroadimodjo-adalah-seorang-mason.htm

bacaan lebih jauh: http://swaramuslim.net/more.php?id=A911_0_1_0_M

(pindahan dari blog “tandakala”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: