PARA GUBERNUR JENDERAL

lantern dari gedung balaikota (staadhuis) yang seolah olah menyinari kekuasaan Belanda di Nusantara

foto lantern: tono

Baru baru ini saya menyaksikan pameran foto para gubernur Jenderal VOC/Hindia Belanda di Musium Fatahillah Jakarta Utara.

Datang 1 jam setelah pameran ditutup saya membujuk penjaga agar diberi kesempatan untuk melihatnya. Beruntung setelah berdebat beberapa waktu saya diberi kesempatan juga karena saya meyakinkan penjaganya bahwa saya hanya ingin memotret materi pameran yang mungkin hanya butuh waktu setengah jam .

Setelah melakukan pemotretan dengan tergesa dan tentunya dengan hasil yang kurang memuaskan akhirnya saya keluar dari ruang pameran hanya untuk mendapatkan buku pameran yang berisi foto2 yang saya buat barusan. Bagaimanapun saya merasa beruntung dengan kebaikan penjaga. Sudah diperbolehkan masuk diluar jam pameran saya diberi bukun pamerannya pula.

Dari buku kecil itu saya seperti menemukan lorong waktu empat abad kebelakang sejarah dari tempat persis saya berdiri.

Selama bercokol 3,5 abad di Indonesia ada 61 Gub Jen yang tediri dari 32 orang dari jaman VOC yang diangkat oleh semacam dewan komisaris/ 17 orang pemegang saham VOC (ingat VOC adalah perserikatan usaha) yang disebut de HerrenXVII berposisi di negeri Belanda. Selebihnya adalah gubernur jenderal yang diangkat oleh pemerintah Belanda setelah VOC dinyatakan bangkrut dan asetnya diambil oleh pemerintah Belanda. ( Bandingkan dengan AS yang sampai sekarang saja baru punya 48 Presiden).

Dan 28 orang yang diangkat oleh pemerintah di Negeri Belanda dan 1 Gubjen diangkat secara tidak langsung oleh Raja Britania.

Hal yang menarik setelah mencermati buku kecil ini adalah:

1. Pada zaman Gubernur Jenderal pertama, Pieter Both 1609-1613, Negeri Belanda merupakan wilayah kerajaan Spanyol dibawah Philip II. Seorang Raja yang cukup menonjol diantara raja-raja Eropa. Nama Philipina, negara tetangga kita , Diambil dari namanya.

Jadi Nusantara tercinta ini dikuasai Perusahan Dagang dari negeri yang dikuasai oleh negeri lainnya.

2. Negara Belanda sendiri baru terbentuk dalam bentuk Republik di tahun 1648 setelah beberapa lama berhasil mengusir Spanyol , dimasa gubernur jenderal ke 9, Cornelis van der Lijn ( 1646-1650). Tetapi sepertinya Republik ini tidak begitu stabil . Belanda baru berdaulat penuh hanya ketika berbentuk kerajaan pada tahun 1815. Lebih dari duaratus tahun setelah bercokol di Nusantara.Setelah muncul 35 Gubernur Jenderal.

Barangkali ini sebabnya muncul sebutan Negeri Belanda, bukan Negara Belanda seperti kita menyebut Negara Negara lain.

Tapi jangan lupa dimasa 3,5 abad itu Belanda juga mengalami pendudukan dari Negara lain.

Oleh Perancis di zaman Napoleon di masa pemerintahan Gub Jen Daendles, mungkin dia juga mewakili kepentingan Perancis di Nusantara. Kemudian oleh Britania karena kekalahan Perancis dari Britania dalam perang Napoleon.

Gubernur Jenderal kerajaan Britania di India Lord Minto ditunjuk untuk merangkap jabatan gubjen di Hindia Belanda. Kemudian dia mendelegasikan jabatan itu kepada Raffles dengan posisi Letnan Gubernur Jenderal.

Kehadiran Raffles ini mungkin bisa menjelaskan kenapa di Indonesia sekarang mobil berjalan di kiri sementara di Belanda sendiri mobilnya stir kiri.

Kemudian belakangan Belanda diduduki Jerman (Hitler) dimasa permulaan Perang Dunia II, tapi sepertinya Hitler kurang tertarik dengan Nusantara waktu itu. Hindia Belanda dibiarkan berjalan sendiri.

Jadi dari catatan sejarah ini terungkap hal yang menyedihkan. Kita ternyata pernah jadi bangsa jajahan kuadrat( malah pangkat tiga disaat Perancis dikalahkan Britania). Dijajah oleh bangsa yang terjajah (jauh lebih kecil lagi). Bagaimana hal itu bisa terjadi , kita memang harus menyelidikinya, juga termasuk menyelidiki diri sendiri.

Tetapi bagaimanapun takdir ternyata menetapkan kita menjadi bangsa yang merdeka dengan wilayah yang bisa menutupi Eropah. Dan menduduki seperdelapan garis Khatulistiwa dengan demikian memiliki seperdelapan garis geostasioner juga di ruang angkasa. Kita kita sekarang ini yang berkewajiban mempertahankan hikmah yang luar biasa besar-besaran ini.

Saptono. 20 Desember 2007.
kunjungi juga : http://www.engelfriet.net/Alie/Hans/desindes.htmuntuk info Hindia Belanda yang lebih lengkap
Diposkan oleh saptono istiawan sk di 19.28 25 Desember 2007 (pindahan dari blog”tandakala”)

salah satu gubernur jenderal yang pernah berkuasa di Nusantara pada tahun 1856-1861:Charles Ferdinand Pahud

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: