NOBEL PERDAMAIAN (dan perselisihan)

NKRI pernah” terselomot” hadiah Nobel Perdamaian ketika tokoh pemisahan diri Timor Timur, Jose Manuel Ramos Horta  dianugerahi penghargaan ini berbarengan dengan Uskup Timor Timur Carlos Felipe Ximenes Belo di tahun 1996 dengan notasi: “Untuk pekerjaan mereka ke arah yang adil dan damai penyelesaian konflik di Timor Timur” .

Apakah benar tuduhan bahwa Nobel untuk perdamaian di gunakan untuk melakukan penekanan politik seperti tahun ini dimana tokoh pembangkang China Liu Xiaobo, atas usul Professor Antony Appiah dari Princeton University, di ganjar dengan penghargaan ini? Atau memang wasiat Nobel memang mengharapkan hadiah Nobel antara lain di maksudkan untuk mendorong perdamaian dengan cara apapun? Baca tulisan Arif Susanto dari Pusat Studi Pertahanan dan perdamaian Universitas Al Azhar di harian KOMPAS pagi ini:

http://cetak.kompas.com/read/2010/12/10/05080913/politik.nobel.perdamaian

Muka depan dari medali Hadiah Nobel tahun 1950 ( sumber Wikipedia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: