“PERNIKAHAN” DUA PENGUASA

 

Foto pengantin pada tahun 1931 di Gorton

Hamengku Buwana VIII dengan Gubernur Jawa dimasa Hindia Belanda di tahun 1921

Paku

Paku Buwono X dan Gubernur Jawa di masa Hindia Belanda pada tahun 1894

Konon Penobatan Raja Raja pecahan kerajaan Mataram selalu di lengkapi dengan ritual “pernikahan” antara Raja Jawa dan Perwakilan penguasa Hindia Belanda. Dan kalau dilihat dari posenya Raja Jawa menjadi “mempelai wanita” dan Penguasa Belanda menjadi ” mempelai pria”. Mungkin ini bagian dari Perjanjian   Gyanti. Kita belum tahu apakah ada acara “Ijab kabul” nya juga. Tetapi mudah mudahan tidak ada acara “malam pengantinnya” dalam arti harafiahnya. Barangkali  ritual ini dibuat untuk menjawab  para kawula negeri yang bingung siapa sebenarnya penguasa negeri ini. Tentu saja jawabnya adalah:  keduanya telah menjadi satu, karena sudah diikat oleh tali “pernikahan “ini.

Kalau sekarang barangkali pengantin prianya  IMF

( sumber foto foto: istimewa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: