RIBUT RIBUT SOAL PLTN

Ketika negara negara OPEC melakukan embargo minyak terhadap negara industri di tahun 1972 , yang paling menyebabkan terpuruk bukan terputusnya suplai BBM tetapi terguncangnya suplai listrik karena hampir semua pembangkit listrik waktu itu di gerakan oleh mesin mesin yang menggunakan BBM, karena itulah yang paling murah dan memang sangat murah. Bayangkan waktu itu harga minyak mentah tidak sampai satu Dollar per barel.

Dan apa boleh buat, peradaban dan kemajuan dunia kita sekarang seolah berdiri disatu tiang yang besar namun rapuh: listrik. Tanpa listrik kita semua enggan membayangkan apa yang akan terjadi.

Di saat itulah berkembanglah keputusan politik di negara negara industri untuk memisahkan listrik dari BBM alias ketergantungan dari luar. Perancis misalnya, negara yang saat itu paling terpukul bersumpah akan membuat seratus persen kebutuhan listriknya dari PLTN ( sekarang saja sudah 70% dari 58 PLTN dengan output 63130MW). Jepang dan AS (104 PLTN) tak mau ketinggalan. Segala risiko yang berkaitan dengan nuklir dianggap masih lebih kecil daripada risiko kehilangan daya listrik.  Terlihat dari bencana di Three Miles Island , Chernobyl tidak pernah menghentikan pengembangan jaringan PLTN. Dan kini di Furushima.
PLTN ibarat batere cadangan yang akan tetap membuat industri tetap jalan apabila ada pemutusan suplai minyak kelak. Pertanyaannya sekarang: apakah Indonesia begitu perlu membangun PLTN dengan alasan seperti negara negara diatas? Kalau toh minyak kita harus mengimpor , kita masih punya cadangan melimpah batu bara, tenaga air dan panas bumi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: