PASPOR HAJI

Halaman pertama Paspor RI

Pemerintah Republik Indonesia memohon kepada semua pihak yang berkepentingan untuk mengizinkan kepada pemegang paspor ini berlalu secara leluasa dan memberi bantuan dan perlindungan kepadanya. ( tulisan pada halaman pertama paspor RI)

Koran warta kota hari ini ( 25 Februari 2009) mengabarkan Penetapan oleh Pemerintah Arab Saudi tentang keharusan penggunaan paspor Internasional bagi jemaah haji yang memasuki wilayah Arab Saudi pada musim haji tahu 2009 (1430 H) dan berikutnya.

Ketentuan yang tak terduga duga ini tentu membuat rumit pelaksanaan haji Indonesia karena negara kita sudah terlanjur menetapkan paspor khusus dalam UU Keimigrasian dan UU Perjalanan Haji untuk melakukan perjalanan internasional dalam menunaikan ibadah haji.
Jadi kalau harus menuruti ketentuan negara pemelihara dua tanah suci itu maka UU ke Imigrasian dan UU no 13 /2008 tentang perjalan haji harus di revisi segera sementara DPR yang berhak merevisi sedang menghadapi pemilu.

Kejadian yang sebenarnya aneh ini kembali mengundang pertanyaan mendasar: Kenapa paspor menurut UU Imigrasi dibagi dalam 4 macam : paspor biasa, dinas, diplomatik dan paspor khusus ( paspor haji termasuk didalamnya). Sepertinya warga dibeda bedakan ( mungkin kalau paspor diplomatik wajarlah), karena paspor adalah identitas kewarga negaraan seseorang tanpa mamandang apa posisinya. Paspor sebenarnya berfungsi persis seperti KTP, hanya kalau KTP berlaku di wilayah RI, paspor diakui secara Internasional.

Menurut Menteri Agama Muhammad Maftuh , pembuatan paspor biasa ( standar warna hijau ) lebih sulit dan mahal ( walau ONH juga mahal ), itulah sebabnya selama paling tidak 30 tahun jemaah haji Indonesia menggunakan paspor haji yang hanya berlaku sekali eksit-entri dan selama itu pemerintah Arab Saudi menerima hal ini.
Entah hal ini bisa dilihat sebagai kabar buruk atau kabar baik buat penyelengara dan jemaah haji dimasa depan, tapi paling tidak pemerintah kita telah mengajukan permohonan ke pemerintah Arab Saudi untuk menunda keputusan itu khusus bagi kontingen haji Indonesia di tahun 1430 H.

CATATAN:

UU Imigrasi telah disesuaikan dengan aturan pemerintah Arab Saudi pada tanggal 9 Oktober 2009:
http://www.kemenkumham.go.id/attachments/article/118/uu34_2009.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: