SEPERDELAPAN LINTASAN GEOSTASIONER


NKRI membentang lebih dari 5000 km di garis khatulistiwa. Kalau keliling bumi 40000km, maka di angkasa luar Indonesia punya wilayah seperdelapan garis geostasioner di angkasa luar. Tak ada negara lain yang punya sumber daya sebesar itu.  Dua satelit geostasioner yang diposisikan di ujung Barat dan di ujung Timur bisa mengcover separuh bumi di tempat yang lebih banyak penduduknya. Namun hak nyata kita ini  tak selalu datang dengan sendirinya. Lintasan GEO (geostationary earth orbit) ini walau berada di ruang angkasa 35.786km diatas permukaan laut  , sangat terbatas alokasinya karena hanya ada di satu garis yaitu di garis khatulistiwa dan satelit satelit yang ditempatkan disitu harus diberi jarak tertentu agar tidak saling mengganggu sinyal masing masing dalam operasinya. Katakanlah kalau jarak antar satelit ditetapkan oleh suatu perjanjian internasional adalah 100km maka lintasan GEO yang panjangnya 265.000km ini hanya bisa menampung  2650 satelit geostasioner sepanjang masa (ini berarti Indonesia punya slot bagi satelit geostationer sebanyak 2650:8 = 331 satelit). Perjanjian alokasi slot satelit oleh ITU (International Telecommunication Union) di geostasioner ini pastinya tidak akan  menguntungkan kita. Inilah yang harus diperjuangkan.

Satelit Palapa, tindakan strategis yang jitu dalam memanfaatkan garis orbit geostationer kita

Satelit Palapa, tindakan strategis yang jitu dalam memanfaatkan garis orbit geostationer kita

Mengenai geostasionernya lihat :

http://en.wikipedia.org/wiki/Geostationary_orbit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: