WALIKOTA DKI JAKARTA

Kemacetan lalu lintas di jl Jendral Sudirman seperti ini ( 17Juni 2012) tentu bukan satu satunya masalah besar bagi DKI yang harus punya program jelas untuk menanggulanginya.

Kenapa DKI sebagai kota dipimpin gubernur? Dimana mana yang namanya kota sebesar apapun dipimpin walikota. Sebagai gubernur urusannya jadi macam macam dan tumpang tindih dengan pemerintah pusat seperti PU, kesehatan, Pendidikan, perdagangan dst. Sebaiknya yang mengayomi DKI urusannya 4 saja: tata kota, pertamanan, sampah dan KTP.

Memang dulu  bung Karno dan para pemimpin lain menghendaki Jakarta dinaikan status legalnya dari kota menjadi setingkat propinsi , dengan harapan  agar perkembangannya lebih cepat, karena lebih kompleks,sebab berfungsi sebagai ibukota negara.
Namun sekarang Jakarta sudah berkembang pesat. Rankingnya lompat dari 171 ke 17 kota terbesar di dunia dalam lima tahun belakangan, tetapi kenyamanannya merosot terus. Perlu fokus di pembenahan kualitas kota. Penanganan urusan macam macam yang tumpang tindih membuat tidak fokus. Anggaran 2011 sebesar 36 triliun tidak habis diserap tersisa  20%. kemungkinan karena tumpang tindih dengan pusat.Bayangkan kalau anggaran sebesar itu hanya digunakan untuk 4 urusan diatas. Amat mudah diserap dan pastinya efektif. Sudah saatnya kita mengembalikan ke kewalikotaan Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: