RABAT BBM ATAU SUBSIDI BBM ?

Kalau kita membeli sesuatu dari pihak kedua dibawah harga wajar . Ada dua kemungkinan : Kita mendapat rabat / discount dari penjual atau kita mendapat subsidi dari seseorang dari pihak ketiga. Secara bahasa bisnis kita akan keliru kalau kita mengatakan mendapat subsidi dari penjualnya sendiri. Kita hanya bisa mengatakan mendapat subsidi kalau didapat dari pihak ketiga. Jadi pihak ketiga yang menutup kerugian akibat dari penjualan dibawah harga oleh pihak kedua. Tidak mungkin kita mengatakan bahwa penjualnya memberi subsidi ketika menjual dibawah harga.
Dalam hal BBM sebenarnya pemerintah tidak mensubsidi tetapi memberi rabat karena mereka menjual BBM mereka sendiri lewat Pertamina yang menjualnya kepada Rakyat. Pemerintah hanya mengalami penurunan pendapatan dari penjualan BBM tetapi tak akan pernah rugi karena pemerintah mendapatkan BBM gratis dari kekayaan Bumi Pertiwi.
Betul memang ada bagian dari BBM yang harus diimport ( sehingga dalam hal ini memang pemerintah memberi subsidi), tetapi kalau di gabung dengan hasil penjualan sendiri, jumlah subsidi yang harus dikeluarkan masih dibawah pendapatan pemerintah hasil penjualan( dibawah harga ) BBM nya sendiri.
Apa bedanya kalau disebut rabat ? Secara tata anggaran Pemerintah tak perlu menyebut ada pengeluaran untuk kompensasi penjualan BBM di bawah harga wajar, karena memang tidak perlu ada pengeluaran tersebut .
Lalu karena sudah terlanjur dikenal dengan subsidi BBM, BUKAN discount BBM , lalu kemana sebenarnya dana subsidi yang dilaporkan pemerintah selama ini?
Itulah kira kira inti penjelasan Drs. Kwik Kian Gie dibawah ini ( walau dibuat tahun 2012 tetapi menurut saya masih valid):

http://www.citizenjurnalism.com/aktual/pencerahan-dari-prof-kwik-kian-gie-data-anggito-abimanyu-seputar-kontroversi-kenaikan-harga-bbm/

Rezim pemerintah sekarang terlalu cerdik untuk mengatakan bahwa mereka mengurangi subsidi BBM ketika mengumumkan kenaikan harga BBM kemarin. Jadi mereka mengatakan menaikan harga BBM titik. Mereka akan mengatakan: “Kami tak menyebut nyebut soal subsidi, kalau koran-koran dan media lain mengatakan ada penghematan sekian triliun ( dari pengurangan subsidi) itu ucapan mereka sendiri,bukan kami”. CMIIW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: