LABORATORIUM KEHIDUPAN YANG MUNCUL DARI NOL DAN KEPUNAHAN

Kemarin lusa, 132 tahun yang lalu adalah hari letusan besar Krakatau. Selain legendaris letusan itu juga meninggalkan dua buah laboratorium alam unik. Yang satu adalah Pulau Rakata sisa dari gunung Krakatau yang meletus, merupakan tempat yang berharga untuk menyelidiki bagaimana suatu pulau yang terisolasi dan kemudian hancur namun kemudian tumbuh kembali lengkap dengan satwa satwanya. Sementara satu lagi: pulau anak Krakatau adalah suatu tanah terisolasi yang sama sekali baru. Tumbuh dari bawah permukaan laut kemudian menumbuhkan ekologinya. Dua tempat itu sangatlah tak ternilai untuk penelitian perbandingan bagaimana suatu entity ekologi tumbuh dari nol dan bagaimana suatu entity ekologi  tumbuh kembali dari suatu kehancuran.
DSCN0510K

Anak Rakata setahun setelah erupsi terbarunya. Tampak lava lyang mendingin namun masih berwarna merah ( sekarang berwarna hitam)

“Dilarang membawa biji bijian memasukan jenis-jenis tumbuhan dan satwa kedalam kawasan”adalah salah satu larangan yang tercantum dalam papan peringatan ini ketika masuk kawasan Pulau Anaka Karakatau.Larangan ini tentu saja menarik perhatian karena kenapa justru dilarang bukannya dianjurkan bagi pulau yang gersang ini.

DSCN0533K

Anak Rakata dilihat dari Pulau Rakata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: